Pernah dengar Peste des Petits Ruminants (PPR)? Namanya memang ribet, tapi dampaknya sederhana: kambing dan domba bisa mati massal. Penyakit ini dikenal juga sebagai wabah kambing, dan di banyak negara sudah terbukti bikin sektor peternakan rontok dalam waktu singkat.
Kabar baiknya, Indonesia masih bebas PPR. Kabar buruknya, penyakit ini sudah ada di banyak negara sekitar kita. Jadi posisinya jelas: kita aman, tapi belum tentu selamanya.
Apa Sih PPR Itu?
PPR adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Target utamanya kambing dan domba—dan kambing biasanya paling parah kena dampaknya.
Gejala PPR mudah dikenali:
-
Demam tinggi
-
Mata dan hidung berair
-
Mulut luka, jadi susah makan
-
Diare hebat
-
Sesak napas
-
Banyak kasus berujung kematian
Di wilayah yang belum pernah kena, angka kematiannya bisa sangat tinggi. Artinya, sekali masuk, penyebarannya cepat dan kerugiannya langsung terasa.
Kenapa Indonesia Harus Waspada?
Indonesia itu “surga” buat PPR kalau kita lengah.
Pertama, populasi kambing dan domba kita besar dan tersebar di mana-mana. Kedua, lalu lintas ternak antarwilayah sangat aktif—apalagi jelang hari raya. Ketiga, sebagian besar ternak dipelihara skala kecil dengan biosekuriti seadanya.
Kalau PPR masuk:
-
Peternak kecil paling dulu kena dampaknya
-
Harga ternak bisa anjlok
-
Distribusi ternak bisa dibatasi
-
Negara rugi, peternak lebih rugi lagi
Singkatnya: ini bukan sekadar isu kesehatan hewan, tapi isu ekonomi rakyat.
Kalau PPR Masuk ke Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan?
Responsnya harus cepat dan tegas. Tidak bisa pakai mode santai.
1. Cepat Tahu, Cepat Bertindak
Begitu ada ternak yang menunjukkan gejala mencurigakan, petugas harus langsung bergerak. Sampel diuji di laboratorium, hasilnya tidak boleh berhari-hari.
Dalam wabah, waktu adalah segalanya.
2. Pembatasan Lalu Lintas Ternak
Ternak dari wilayah terduga langsung dibatasi pergerakannya. Bukan untuk menyulitkan peternak, tapi untuk mencegah virus jalan-jalan lebih jauh.
Zona terinfeksi, zona penyangga, dan zona aman harus jelas.
3. Pemusnahan Terbatas dan Kebersihan Ketat
Ternak yang sakit dan berisiko tinggi bisa dimusnahkan untuk memutus rantai penularan. Berat? Iya. Perlu? Juga iya.
Kandang dan lingkungan wajib dibersihkan dan disemprot disinfektan. Virusnya kecil, tapi efeknya besar.
4. Vaksinasi Darurat
Vaksin PPR tersedia dan efektif. Dalam kondisi darurat, vaksinasi dilakukan di sekitar lokasi wabah untuk membentuk “tameng” penularan.
Ini bukan vaksin asal suntik—harus terencana dan diawasi.
5. Edukasi Peternak: Kunci Sukses Pengendalian
Peternak harus tahu:
-
Ciri-ciri PPR
-
Kapan harus melapor
-
Kenapa ternak tidak boleh dipindahkan sembarangan
Wabah sering gagal dikendalikan bukan karena virusnya, tapi karena informasinya tidak sampai.
PPR adalah ancaman nyata yang tidak boleh ditunggu sampai kejadian. Indonesia masih punya waktu untuk bersiap—memperkuat pengawasan, meningkatkan kesadaran, dan memastikan semua pihak siap satu barisan.
Pesannya simpel:
Lebih baik capek waspada daripada capek menyesal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar